Setya Novanto, Perhatikan Masukan dari Badan HAM PBB tentang Pasal Penistaan Agama

Putusan persidangan kasus penistaan agama pada Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, memang sudah diputuskan, Selasa (9/5/2017). Ahok, dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman dua tahun penjara.

Selepas sidang, Ahok langsung digelandang ke Rutan Cipinang. Namun Rabu (10/5/2017), akhirnya ia dipindahkan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Putusan hakim yang menyatakan Ahok bersalah dan harus segera ditahan, mendapatkan kritik dari media internasional. Meski demikian Setya Novanto, Ketua DPR RI, berharap semua pihak untuk menghormati proses hukum di Indonesia, karena proses hukum Ahok sudah sesuai dengan koridor hukum.

“Itu kan hak media yang ada. Kita harus hormati kebebasan pers, silakan saja mereka menilai. Yang terpenting, semuanya berdasarkan koridor hukum yang jelas. Apa pun yang dilakukan, ini yang terbaik bangsa Indonesia,” ujar Setya Novanto, di Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Vonis Ahok, juga menyita perhatian publik internasional. Sejumlah media asing, bahkan Badan HAM Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), menyebut Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama mengancam kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Menanggapi hal itu, Setya Novanto akan memperhatikannya sebagai sebuah masukan.

“Ya ini pasal yang tentu, akan terus menjadi bahan kajian di DPR. Hal yang bertentangan (dengan demokrasi) tentu kita akan lakukan revisi-revisi. Memang DPR sedang merevisi beberapa UU yang kita lihat yang penting bagi Indonesia,” ucap Novanto.  “Mengenai kebebasan memang sebaiknya diatur dan ini negara demokrasi. Kita harapkan semua berjalan dengan apa yang kita hadapi.”

Sebelumnya diberitakan, Badan HAM PBB untuk Asia (@OHCHRAsia) menyebut pemerintah Indonesia perlu mengkaji lagi undang-undang tentang penodaan agama.

“Kami prihatin dengan hukuman penjara kepada Gubernur #Jakarta karena dugaan penodaan terhadap Islam. Kami meminta #Indonesia untuk mengkaji undang-undang penodaan agama,”. Cuitan tersebut muncul dari akun twitter Badan HAM PBB untuk Asia melalui Twitter.

Adapun Ahok telah divonis majelis hakim dengan hukuman 2 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156 huruf a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Previous Setya Novanto: Waisak Menularkan Energi Positif dalam Kehidupan Bangsa Indonesia
Next Setya Novanto, Selamat Jalan Bapak Perindustrian Ir. Hartarto

About author

You might also like

Technology 0 Comments

Setya Novanto, Selamat Jalan Bapak Perindustrian Ir. Hartarto

Satu lagi putra terbaik Indonesia meninggal dunia. Mantan Menteri Perindustrian di era Orde Baru (1983-1993), Hartarto Sastrosoenarto, meninggal dunia dalam usia 85 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (14/5),

Setya Novanto 0 Comments

Cerita Setya Novanto Jadi Pembantu hingga Jualan Beras

Nama Setya Novanto saat ini disangkut-sangkutkan dengan masalah sangkaan korupsi e-KTP. Walau sekian, Ketua DPR RI ini menyangkal ikut serta dalam masalah yang disangka merugikan keuangan negara Rp 2, 3

Setya Novanto 0 Comments

Setya Novanto, Kasus Ahok Menjadi Pembelajaran bagi Kita Semua

Kasus persidangan kasus penodaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan yang diambil majelis hakim Selasa (9/5/2017), memvonis Ahok bersalah dan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply